1.
Kepengawasan
Supervisor merupakan kepanjangan tangan atasannya untuk melihat keberhasilan lembaga pendidikan atau membantu lembaga-lembaga pendidikan yang membutuhkan bantuan, Dalam menilai bahwa pendidikan itu dikatakan berhasil atau tidak,
seseorang tidak dapat hanya melihat dari hasil ujian akhir siswa dalam suatu
lembaga pendidikan, Pendidikan harus dilihat sebagai suatu sistem yang saling
keterkaitan antara satu unsur dengan unsur lain atas keberhasilan sebuah
pendidikan. Pendidikan sebagai suatu sistem terdiri dari unsur-unsur berikut:
a.
Input
Input dalam
pendidikan adalah kondisi siswa yang akan masuk dalam suatu lembaga pendidikan
dengan melihat hal-hal berikut:
1)
Perbedaan
tingkat intelegency siswa.
Sekolah yang siswanya
berasal dari siswa ber IQ tinggi tentu lebih mudah mencapai kriteria
ketuntasan minimal dalam setiap matapelajarannya dari pada sekolah yang hanya
menerima siswa sisa sekolah lain yang ber IQ biasa.
2)
Nilai
siswa dari pendidikan sebelumnya yang perlu diperhatikan antara lain:
a)
Sekolah
faforit yang banyak dicari calon siswa, biasanya berkesempatan menyeleksi siswa
yang mempunyai nilai yang tinggi, sehingga banyak mendapat masukan siswa yang
pintar dan mudah melewati nilai ketuntasan dari pada sekolah yang menerima
siswa yang mempunyai nilai standar ketuntasan minimal, tentu harus berjuang
ekstra untuk mencapai ketuntasan minimal dalam belajar.
b)
Apakah
nilai yang diperoleh siswa menggambarkan kemampuan siswa yang sesungguhnya,
boleh jadi nilai yang sama pada siswa dari alumni yang berbeda menggambarkan
kemampuan yang berbeda pula, apalagi kalau ada gejala-gejala sekolah yang
sering memark up nilai siswanya sehingga nilai siswa yang tinggi tidak dapat
menjadi jaminan kalau siswa tersebut juga mempunyai kepintaran yang tinggi pula.
3)
Kondisi
Psikologis siswa
Siswa-siswa yang mempunyai ketenangan jiwa karena keluarganya
bahagia, mampu beradaptasi dengan teman sekolahnya, biasanya lebih bersemangat
belajar dari pada siswa-siswa yang
jiwanya sedang goncang atau galau karena keluarganya brokenhome atau
sedang bermasalah dalam pergaulannya biasanya sangat berpengaruh terhadap
semangat belajar siswa.
4)
Kondisi
Fisik siswa
Siswa yang belajar pada jam pagi hari tentu akan berbeda dengan
siswa yang belajar disore hari yang sudah lelah belajar dari pagi hari.
5)
Kondisi
Ekonomi keluarga siswa
Siswa yang berasal dari keluarga mampu biasanya dipenuhi kebutuhan
belajarnya serta mempunyai waktu belajar yang lebih banyak dibanding siswa yang
berasal dari keluarga kurang mampu yang
waktunya sering habis digunakan untuk membantu kerja orang tuanya
6)
Kondisi
Lingkungan siswa
Siswa yang berasal dari lingkungan yang menjaga disiplin tinggi dan
sopan santun tentu akan mempunyai pengaruh yang berbeda dengan siswa yang
berasal dari lingkungan yang rusak, tidak disiplin dan amburadul.
b.
Proses
Pelaksanaan
pendidikan mulai dari siswa masuk sampai siswa dievaluasi yang meliputi
beberapa unsur antara lain:
1)
Kurikulum
sekolah apakah sudah sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan pemerintah
sehingga siswa-siswanya dapat mengikuti ujian nasional dengan baik, kalau belum
mengikuti kurikulum yang ditetapkan pemerintah maka harus segera menyesuaikan
kurikulumnya.
2)
Kepemimpinan
suatu lembaga
Apakah kebijakan pimpinan sekolah telah mendukung terciptanya
pendidikan yang kondusif seperti, penegakkan tata tertib sekolah terhadap warga
sekolah atau masih setengah-setengah menjalankan tataterib sekolah sehingga
tidak memberi contoh yang baik kepada siswa-siswanya.
3)
Kwalitas
sumber daya manusia yang meliputi tenaga guru dan tenaga kependidikan sudah
standar apa belum kalau guru tentu yang berkwalitas adalah yang telah memiliki
empat kompetensi guru yaitu kompetensi profesional, kompetensi pedagogik,
kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian, dengan keberadaan guru yang
berkwalitas tentu sangat mempengaruhi terhadap pencapaian tujuan pendidikan.
Sedangkan sekolah yang dikelola oleh guru-guru yang tidak berkompeten tentu
akan sulit dalam mencapai tujuan pendidikan.
4)
Kelengkapan
sarana dan prasarana lembaga pendidikan sangat membantu terhadap pembelajaran
yang berkwalitas, baik dari ketenangan dalam belajar, kemudahan mengakses
materi pembelajaran maupun kemudahan dalam menggunakan alat-alat untuk praktek
di sekolah tersebut, sehingga pengalaman siswa semakin mantap dan luas bukan
sekedar teori semata.
5)
Pembiayaan
atau keuangan lembaga pendidikan sangat berpengaruh dalam pengadaan sumber
materi, kelengkapan sarana dan prasarana serta pemberian kesejahteraan kepada
para guru dan pegawainya yang kemudian berimbas pada gairah siswa dan guru
dalam melaksanakan pembelajaran di kelas.
c.
Evaluasi
Yaitu alat
untuk mengetahui ketercapaian tujuan pendidikan
pada suatu lembaga pendidikan, macam-macam alat untuk mengetahui
ketercapaian tujuan pendidikan antara lain
1)
Tes
a)
Tes
menurut cara penyampaiannya terdapat dua macam yaitu tes lesan dan tertulis hal
ini berhubungan dengan siswa yang dievaluasi, siswa yang mempunyai masalah
dengan penglihatan tentu tidak dapat mengikuti evaluasi tes tertulis dengan
baik , maka tes lesan dapat digunakan untuk mengevaluasi.
b)
Tes menurut
tuntutan jawaban terdapat dua macam yaitu tes yang menuntut jawaban tertutup
dan tes yang menuntut jawaban terbuka. Penggunaan tes ini untuk dapat
mengetahui seberapa wawasan siswa tentu soal yang menuntut jawaban terbuka akan
lebih sesuai dari pada tes dengan jawaban tertutup atau pilihan ganda.
c)
Tes
menurut tingkat kesukaran jawaban ada tiga macam yaitu: tes dengan tingkat
kesukaran mudah, tes dengan tingkat kesukaran sedang dan tes dengan tingkat
kesukaran sulit sebuat tes atau soal yang baik adalah soal yang mempunyai tingkat
kesukaran yang berimbang antara soal yang mudah, soal yang sedang maupun soal
yang sukar dalam menjawabnya sehingga dapat digunakan sebagai evaluasi yang
hasilnya mampu menggambarkan tingkat kemampuas siswa.
2)
Observasi/
pengamatan
Cara mengetahui tingkat pencapaian tujuan pendidikan dengan
melakukan pengamatan terhadap prilaku siswa dalam mengikuti pelajaran dikelas,
apakah siswa tersebut aktif mengikuti pelajaran atau pasif dan menampakkan muka
bingung dengan bantuan kolom penilaian otentik guru di kelas
3)
Portofolio
Cara mengetahui tingkat pencapaian tujuan pendidikan dengan
melakukan pengumpulan hasil kerja tugas terstruktur dari guru kemudian
dianalisa kedalaman materi hasil kerjanya, kerapiannya dan ketepatan waktunya.
Agar tes dapat
digunakan sebagai evaluasi yang mampu menggambarkan tingkat pencapaian tujuan
pembelajaran ada unsur-unsur yang harus diperhatikan dalam membuat instrumen
evaluasi meliputi:
1)
Kesesuaian
antara soal yang diberikan dengan materi yang telah diberikan dalam
pembelajaran serta disesuaikan dengan standar kelulusan materi.
2)
Kejelasan
soal, sehingga tidak memungkinkan pemahaman ganda yang dapat membingungkan
siswa dalam menjawab.
3)
Penskoran
soal yang memberikan rasa keadilan. Soal yang mempunyai tingkat kesukaran yang
tinggi seharusnya diberi skor yang lebih banyak daripada soal yang mudah.
4)
Jumlah
soal yang rasional sesuai dengan tingkat usia siswa.
5)
Selain
itu Petunjuk dalam menjawab soal juga harus diperhatikan jangan sampai banyak
siswa yang salah menjawab karena tidak mengerti cara menjawab pertanyaan.
d.
Output
Yang harus
diperhatikan untuk melihat output siswa antara lain:
1)
Kesesuaian
antara kemampuan siswa dengan harapan lembaga penerima siswa berikutnya.
2)
Kesesuaian
antara kemampuan siswa dengan harapan masyarakat
3)
Kesesuaian
antara kemampuan siswa dengan perkembangan teknologi dan informasi
e.
Outcame
Pengaruh pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga pendidikan
pada individu setelah berselang waktu yang lama